Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) terus berkomitmen dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dari lingkup terkini, yaitu keluarga. Sebagai langkah nyata, pada hari Jum'at, 26 Juni 2026, telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pelaksanaan Program Pengembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) Skala Rumah Tangga bertempat di Gedung Pertemuan DWP Kabupaten Bojonegoro. Program kerja unggulan tahun 2026 ini diinisiasi sebagai strategi integratif untuk mengoptimalkan potensi ibu rumah tangga melalui pendekatan pemberdayaan perempuan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan program GAYATRI membawa dampak positif yang sangat signifikan bagi struktur sosial dan kesehatan masyarakat Bojonegoro. Secara langsung, program ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi keluarga melalui pemenuhan kebutuhan protein hewani yang bersumber dari telur segar berkualitas. Dari aspek ekonomi, intervensi ini memicu kemandirian finansial bagi perempuan dengan membuka peluang usaha mikro tanpa harus meninggalkan kewajiban domestik di rumah. Dengan demikian, ketahanan pangan lokal dapat diperkuat sekaligus mengurangi ketergantungan ekonomi pada penghasilan utama suami semata.

Keberhasilan implementasi beternak ayam petelur mandiri skala rumah tangga ini didukung oleh pembekalan teknis yang komprehensif dari para ahli dan dinas terkait. Berdasarkan jalannya BIMTEK, terdapat poin-poin penting dalam aspek tata laksana peternakan yang wajib dipahami oleh para kader dan masyarakat luas, antara lain:

  • Manajemen Lokasi dan Kandang: Penempatan kandang harus dijauhkan dari lalu lalang aktivitas keluarga guna menghindari polusi suara yang memicu stres pada ayam, serta wajib memiliki ventilasi udara yang baik demi meminimalisir bau kotoran dengan pemanfaatan sekam, kapur, atau EM4.
  • Pemilihan Bibit Unggul: Menggunakan pullet (ayam siap telur) berusia sekitar 13 hingga 16 minggu yang memiliki karakteristik fisik sehat, tidak cacat, berbulu lebat merata, serta bermata jernih.
  • Efisiensi Pemberian Pakan: Pakan diberikan secara bertahap sebanyak dua kali sehari (pagi pukul 07.00–08.00 dan sore pukul 15.00–16.00) dengan kuota berkisar antara 80 hingga 120 gram per ekor per hari guna mencegah obesitas yang dapat menurunkan produktivitas telur.
  • Standardisasi Kualitas Telur: Hasil produksi diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan (Grade A, B, dan C) yang ditentukan berdasarkan ketebalan kerabang, warna cokelat kerabang, kebersihan, serta ukuran berat per kilogram yang berdampak langsung pada nilai jual di pasar.

Melalui sinergi solid antara TP PKK Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Peternakan dan Perikanan, program GAYATRI diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas musiman, melainkan sebuah gerakan masif yang berkelanjutan. Dengan pendanaan yang didukung oleh APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2026, pemantauan dan evaluasi berkala akan terus berjalan demi memastikan setiap wilayah kecamatan mampu mengadopsi program ini dengan baik. Ketika setiap rumah tangga mampu mandiri secara pangan dan ekonomi, maka fondasi masyarakat Bojonegoro yang sehat, kuat, dan sejahtera akan terwujud secara nyata.


By Admin
Dibuat tanggal 30-06-2026
5 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
100 %
Puas
0 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
0 %